Minggu, 25 Desember 2011

Hipertensi

HIPERTENSI (TEKANAN DARAH TINGGI)


A.KONSEP MEDIS

1. Pengertian
Hipertensi adalah tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg,atau pasien yang memakai obat anti hipertensi.(Mansjoer A.1999,hal 518)
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur paling tidak pada tiga kesempetan yang berbeda.Tekanan darah normal bervariasi sesuai usia.Namun secara umu7m seseorang dianggap mengalam hipertensi apabila tekanan darah lebih tinggi dari pada 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolic(140/90 mmHg) (Corwin.E.J,2001 hal 356)
Hipertensi didefinisikan Joint National Commite on Detection,Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC) sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklsifikasikan sesuai derajat keparahannya mempunyai rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai Maligna.(Doengoes Marilyn.E.2000 hal 39)
2. Etiologi
Berdasarkan penyebabnya,hipertensi dibagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Hipertensi essensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya,disebut juga hipertensi idiopatik
ada beberapa faktor yang mempengaruhi hipertensi essensial:
1. faktor genetic
2. faktor lingkungan
3. konsumsi garam yang berlebih
4. konsumsi alcohol yang berlebih
5. obesitas
6. merokok
7. Hiperaktivitas susunan saraf simpatis
8. system Renin Angiotensin
b. Hipertensi sekunder atau hipertensi renal,keadaan terjadinya tekanan darah tinggi akibat penyakit tertentu.terdapat 5 % kasus hipertensi sekunder yang ada di Indonesia.
Penyakit-penyakit yang bisa menyebabkan hipertensi sekunder antara lain:
1. Gangguan estrogen
2. Penyakit ginjal
3. Hipertensi vaskuler renal
4. Hiperaldosteronisme
5. Hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan

3. Manifestasi Klinis
Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-astunya gejala.Bila demikian gejala baru muncul setelah terjadi komplikasi pada ginjal,mata,otak atau jantung.Gejala yang sering ditemukan adalah:
a. Sakit kepala
b. Epitaksis
c. Marah
d. Telinga berdengung
e. Rasa berat di tengkuk
f. Sukar tidur
g. Mata berkunang-kunang
h. Dan pusing
(Mansjoer A.1999.hal.518)

4. Patofisiologi
Karena tekanan darah tergantung peda kecepatan denyut jantung,volume sekuncup dan TPR,maka peningkatan salah satu dari ketiga variabel yang tidak dikompensasi dapat menyebabkan hipertensi.
Peningkatan kecepatan denyut jantung dapat terjadi rangsangan abnormal saraf atau hormone pada nodus SA.Peningkatan kecepatan denyut jantung yang berlangsung kronik sering menyertai keadaan Hipertiroidisme,namun peningkatan kecepatan denyut jantung biasanya dikompensasi oleh penurunan volume sekuncup atau TDR,sehingga tidak menimbulkan hipertensi.
Peningkatan volume sekuncup yang berlangsung lama dapat terjadi apabila terdapat peningkatan volume plasma yang berkepanjangan.akibat gangguan penanganan garam dan air oleh ginjal atau konsumsi garam yang berlebihan.Peningkatan volume plasma akan menyebabkan peningkatan volume sekuncup dan tekanan darah.Peningkatan volume diastolik akhir disebut sebagai peningkatan preload jantung.Peningkatan preload biasanya berkaitan dengan peningkatan tekanan sistolik
Peningkatan TPR yang berlangsung lama dapat terjadi pada peningkatan rangsangan saraf atau hormon pada arterial,atau responsivitas yang berlebihan dari arterial terhadap rangsangan normal.Kedua hal tersebut akan menyebabkan penyempitan pembuluh.Pada peningkatan TPR,jantung harus memompa secara lebih kuat,dan demikian menghasilkan tekanan yang lebih besar untuk mendorong darah melintasi pembuluh-pembuluh yang menyempit.Hal ini disebut peningkatan dalam afterload jantung dan biasanya berkaitan dengan peningkatan tekanan diastolik.Apalagi peningkatan afterlaod berlangsung lama,maka ventrikel kiri mungkin mulai mengalami hipertrofi(membesar).Dengan hipertrofi kebutuhan ventrikel akan oksigen semakin semakin meningkat sehingga ventrikel harus memompa darah secara lebih keras lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut.Pada hipertrofi,serat otot jantung juga mulai teregang melebihi penjang normalnya yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kontraktilitas dan volume sekuncup.(Corwin E.J.2001,hal 357)
5. Penataksanaan
Tujuan deteksi dan penatalaksanaan hipertensi adalah menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler dan mortalitas serta morbiditas yang berkaitan(Mansjoer A.1999 hal 520)
Penatalaksanaanpada penderita hipertensi dapat dilakukan dengan cara farmokologis dan non farmakologis.
a. Farmakologis (Penggunaan terapi medis)
1) Diuretik
Jenis obat ini menolong dengan cara membung kelebihan cairan(natrium dan air )dari system peredaran darah melalui buang air kecil yang sering,agar beban jantung dapat dikurangi.Obat golongan ini adalah obat yang paling sering dipakai sebagai pilihan pertama untuk mengobati hipertensi,efektifitasnya tinggi dan tidak mahal.
2) Beta blocker
Fungsinya mengurangi denyut jantung dan keluaran total darah dari jantung bekerja menurunkan impuls saraf dijantung dan aliran darah,sehingga kerja jantung menjadi lebih ambat dan sedikit tenaga yang diperlukannya.selain itu beta blocker dapat pula digunakan untuk mengatasi kecemasan
3) Vasodilator
Jenis obat ini melebarkan pembuluh agar darah dapat mengalir dengan lebih lancer.Bekerja menghambat kerja enzim angiotensin (Angiotensin converting enzin inhibitor)
4) Inhibitor saraf simpatis
Mencegah pengerutan atau penyempitan pembuluh darah dengan menghambat kalsium memasuki sel otot pembuluh darah (calsium channel blocker).Aliran darah menjadi terbuka dan darah dapat mengalir lebih lancer untuk menurunkan tekanan darah kembali ke kondisi normal.
5) Alpha blocker
Menghambat produksi adrenalin (penybab naiknya tekanan darah) sehingga dapat menurunkan kembali tekanan darah.
b. Non farmakologi
1) Penurunan berat badan bila terdapat obesitas
Penurunan berat badan tampaknya dapat mengurangi tekanan darah dengan mengurangi beban kerja jantung sehingga kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup juga akan berkurang.
 2) Olah raga
Olah raga sangat bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskuler,juga mencegah munculnya darah tinggi dan dapat menurunkan berat badan.dari penelitian terungkap bahwa banyak artei kecil yang mulai mengerut karena kurangnya kegiatan fisik,hormone yang mengatur tekanan darah juga dapat menjadi malas dan tidak terkontrol kerjanya.
3) Diet
Yang perlu diwaspadai adalah asupan zat-zay pemicu neiknya tekanan darah,terutama garam dan lemak.Pada pasien hipertensi diet rendah garam dapat dibagi menjadi 3 :
a) Diit rendah garam I (200-400 mg Na)
Dalam pemasakan tidak ditambahkan garan dapur.makanan ini diberikan kepada penderita dengan oedema,asites /Hipertensi berat
b) Diit rendah Garam II(600-800 mg Na)
Dalam pemasakan dibolehkan menggunakan ¼ sdt garam dapur (1gr),makanan ini diberikan kepada penderita hipertensi sedang.
c) Diit rendah Garam III(1000-1200 mg Na)
Dalam pemasakan di perbolehkan menggunakan ½ sdt ( 2gr) garam dapur.makanan ini diberikan pada penderi hipertensi ringan.
4) Berhenti merokok
Diketahui asap rokok dapat menurunkan aliran darah ke berbagai organ dan dapat meningkatkan kerja jantung.
5) Teknik relaksasi
Mengurangi denyut jantung dengan menghambat respons stress saraf simpatis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Photobucket